Sudah

Bagaimana caranya engkau menguraikan benang kusut yang selama belasan tahun kau diamkan kusut masai begitu saja? Tidak, kamu tidak bisa. Kau berkelana ke ujung dunia, jelajah sampai pelosok dunia maya, bertanya pada tabib hingga tokoh terpandang untuk mengurai benang tersebut. Namun, ternyata siapapun tidak akan ada yang bisa mengurai benang tersebut, kecuali mengurai benang itu sendiri. Aku tidak bilang bahwa benang itu harus menjadi lurus pada malam ini juga, detik itu juga, tidak. Semua butuh proses (betul, kan?). Urailah tengahnya dulu, dan sisanya akan lebih mudah untuk diurai. Tak perlu mencari jawaban ke tempat lain. Tidak.


Malam ini aku lahir baru. Ini sisa-sisa isi lamaku kutumpahruahkan melalui tulisan ini. Biar tak bersisa lagi. Agar aku bisa menjadi diri aku sendiri lagi. Tanpa harus ada yang memaksa.

Tuhan memang menciptakan manusia dengan segala fungsinya yang mungkin tidak semua kita ketahui cara bekerjanya. Tapi untuk yang satu ini, tak perlulah kita tahu. Saat dinding yang selama ini telah kau bangun rapat-rapat mendadak runtuh dalam waktu sekejap, tak perlulah engkau tahu mengapa. Tak perlulah kau cari rahasianya. Karena yang kau tahu, dinding itu akhirnya telah runtuh, dan kau bahagia karenanya. Semua selesai. Sudah.

This entry was posted on Rabu, 29 Juli 2015. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply