Archive for Januari 2013

Malem-malem

No Comments »

Haloo. Random post lagi malem2. Padahal besok hari Rabu yang berarti besok ada Ekonomi pelajaran pertama yang berarti gue harus belajar dan gaoleh telat. Tapi gue berakhir disini, di blog gue. Setelah surfing ke berbagai blog orang, gue mulai megeksplor blog gue sendiri. Terus gue sadar kalo gue jarang ngepost setahun blakangan. Terus pada akhirnya gue ngebuka post2 lama gue dan ketawa sendiri baca nya. Jadi inget kejadian-kejadian yang dulu udah gue lupa. Dan baru sadar betapa polos, jujur dan ceria nya gue dulu. Dan satu hal yang gue sadari. Emang people's changing, tapi, gue jadi orang yang lebih tertutup, dan lebih dewasa dari dulu. Dulu rasanya dunia gue anak kecil banget. Tapi sekarang entah kenapa gue jadi orang yang cukup filosofis dan, ya, gue sadar. Gue lebih tertutup. Dari luar emang boleh dibilang gue gila, tapi semakin kesini, makin tertutup gue. Kayak bunglon. Oke, sekian pengakuan dosa tengah malam ini. Cheers =D

There's always a place for me

1 Comment »

           Belakangan ini, membuat gue sadar. Seberapapun berbeda nya elo, uniknya elo, sendiri nya elo, lo selalu ga sendiri. Akan ada seseorang yang memiliki kesamaan dengan lo. Tergantung seberapa besar lo mau membuka diri terhadap hal-hal diluar diri lo sendiri. Akhir-akhir ini mungkin merupakan bagian keras dari hidup gue. Dan Tuhan sudah mengajari gue bagaimana cara untuk bersyukur. Kadang kita tidak sadar, tapi di titik ketidaksadaran itulah kalian akan menemukan jawaban. 
          Ga selamanya kalian sendiri. Sulit memang, tetapi selalu ada cara untuk keluar dari semua hal itu. Keluar atau tidaknya, itu merupakan pilihan. Satu pilihan bijak akan membuat segalanya berbeda. Walau terkadang bukan kita yang selalu menentukan pilihan. Dan sekali lagi, Tuhan mengajariku itu semua.


"Adakah Cara Untuk Menangis?"

Ketika duniamu tak lagi sama
Janganlah bawa dirimu sendiri
Tersesat terlalu jauh
Karena sesungguhnya
Yang diperlukan hanyalah pengertian

Jangan berlari
Yang diperlukan mimpi bukanlah pelarian
Tetapi keberanian
Dan jangan kau berkelit dengan takdir
Atau ia yang akan membelit mu

Tangisan yang tak dapat ditangiskan
adalah yang terpedih
membuatku bertanya-tanya
untuk apa ada hati
jika tak bisa berbicara?
Bukankah ini soal pilihan?

Maka ajarilah aku
Cara lain untuk mengeruk hati
Senandung lain untuk menyelimutinya
Simpul lain untuk melepas ikatannya
Kata lain untuk merangkainya

Namun jika sudah kutahu
maka boleh lah aku lepas
Karena disana kan kutemukan yang lain
Dan ku takkan tanyakan lagi
"Adakah cara untuk menangis?"


            Maaf random -_- tapi mungkin semakin kalian coba mendalami, semakin melenceng dari jawaban. Ingat, di titik ketidaksadaran itulah kalian akan menemukan jawaban :) 


who cares?

No Comments »

BOSEN YA BLOG GUE GAADA FOTO?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bodo.