Archive for Juli 2015

Layang-layang

No Comments »

Dan jika kau diam, lamat-lamat akan kau dengar, suara hati kecilnya yang menangis. Entah karena apa. Karena kebencian luar biasa terhadap diri sendiri dan situasi bersanding dengan kelegaan yang diam-diam disyukuri, tak tahulah aku. 

Kini tak ada yang menahannya lagi. Bayangan yang mencengkeramnya telah hilang. Ia tidak perlu pergi atau melangkah kemana-mana, tapi ia tahu, talinya telah lepas. Dirinya telah bebas. Dia berdiri di situ, dan dia tersenyum. 

"Kini aku adalah layang-layang. Biar semua orang melihatku terbang bebas di angkasa. Walau tetap kupijakkan kakiku di dunia. Karena setidaknya kini, aku bisa melayang. Aku bisa berbalas pantun dengan awan, yang selama ini warnanya selalu membuatku bermuram durja. Kini lihatlah, cantik bukan, awan itu?"

Dan langit sore itu berwarna jingga-biru megah. 

Sudah

No Comments »

Bagaimana caranya engkau menguraikan benang kusut yang selama belasan tahun kau diamkan kusut masai begitu saja? Tidak, kamu tidak bisa. Kau berkelana ke ujung dunia, jelajah sampai pelosok dunia maya, bertanya pada tabib hingga tokoh terpandang untuk mengurai benang tersebut. Namun, ternyata siapapun tidak akan ada yang bisa mengurai benang tersebut, kecuali mengurai benang itu sendiri. Aku tidak bilang bahwa benang itu harus menjadi lurus pada malam ini juga, detik itu juga, tidak. Semua butuh proses (betul, kan?). Urailah tengahnya dulu, dan sisanya akan lebih mudah untuk diurai. Tak perlu mencari jawaban ke tempat lain. Tidak.


Malam ini aku lahir baru. Ini sisa-sisa isi lamaku kutumpahruahkan melalui tulisan ini. Biar tak bersisa lagi. Agar aku bisa menjadi diri aku sendiri lagi. Tanpa harus ada yang memaksa.

Tuhan memang menciptakan manusia dengan segala fungsinya yang mungkin tidak semua kita ketahui cara bekerjanya. Tapi untuk yang satu ini, tak perlulah kita tahu. Saat dinding yang selama ini telah kau bangun rapat-rapat mendadak runtuh dalam waktu sekejap, tak perlulah engkau tahu mengapa. Tak perlulah kau cari rahasianya. Karena yang kau tahu, dinding itu akhirnya telah runtuh, dan kau bahagia karenanya. Semua selesai. Sudah.