Terbengkalai.

Jadi, blog ini sudah terbengkalai untuk berapa lama?


Ritme hidup saya setahun belakangan sungguh berubah drastis. Pikiran dan raga saya bergerak sama rusuhnya. Namun, di saat raga itu berhenti, pikiran saya masih mengalir terus. Jahatnya saya, seperti biasa, saya lebih suka memendam tulisan saya dalam laptop saya sendiri. Untuk konsumsi pribadi. Walau jika saya taruh tulisan saya disini, sebenarnya di blog ini juga tidak akan ada yang baca. Namun, akhir-akhir ini, ada rasa yang mendesak saya untuk menulis lagi di blog ini. Kehidupan kuliah saya (Ya, saya sekarang sudah menjadi mahasiswa, walau belum melepas titel 'maba') membuat saya semakin sering berpikir tentang........segalanya. Terlalu banyak pikiran yang abstrak membuat otak saya penuh, dan tidak bisa menampung semuanya. Pada awalnya, saya memilih untuk menulis di jurnal pribadi. Belum berapa lama, jurnal itu sudah sering terbengkalai. Sulit, ya, ternyata, menjalankan komitmen yang harusnya untuk diri sendiri. Jadi sekarang, saya akan mencoba untuk tetap menulis di blog yang sudah lama saya buat ini. Melihat ke belakang, saya malu dengan diri saya sendiri. How childish. Tapi, setidaknya saya bersyukur karena fase itu pernah ada, dan saya bisa melihatnya lagi. Jadi, mulai saat ini, (semoga) saya akan menuangkan pikiran saya disini. Karena, aliran itu tak boleh terhambat.



"Bagiku, mengekpresikan perasaan dalam hati sama susahnya dengan mengucapkannya ke dalam bentuk kata. Walau lebih mudah sedikit, tetapi seringkali aku lupa terhadap perasaan itu dan aku tidak akan pernah lancar mengucapkannya. Maka aku memutuskan menempuh jalan orang yang tak punya nyali untuk bicara, yaitu menulis. "


"Aku akan mulai bercerita tanpa harus memulai dan tanpa harus mengakhiri. Perasaanku sama seperti asal mula air sungai itu sendiri. Setiap titik air yang ada di bumi tidak memiliki sumber yang jelas. Mereka hanya bagian dari siklus yang tak pernah bermula, tak pernah berhenti."



*kutipan di atas berasal dari tulisan saya sendiri, yang sayangnya, hanya untuk konsumsi pribadi, dan tak akan saya publikasikan kemana pun (kecuali saya berubah pikiran)


Selamat malam. 

This entry was posted on Rabu, 08 April 2015. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply